

assalamu’alaikum wr.wb
Puja dan puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH SWT yang selalu memberikan berkah dan rahmatnya sehingga kita dapat menghirup udara dan beribadah kepadanya dalam keadaan sehat wal ‘a fiat. Amin…
Dan tak lupa pula kita panjatkan kepada junjungan nabi besar kita yaitu nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari jaman kegelapan jahiliyah ke jaman terang benderang yaitu islamuddin.
Dalam tulisan ini saya akan memberi keterangan tentang bukti al-qur’an secara ilmiah yang telah dibuktikan oleh dua ilmuwan terdahulu sehingga mereka mengakui kebenaran alqur’an itu adalah ciptaan ALLAH SWT.
Pertama adalah Dr.Gary Miller. Ilmuwan terkenal ini mengatakan,bahwa sebelum al-qur’an diturunkan dan Muhammad Saw di angkat menjadi rasul,seorang filsuf yunani Democritus dan para filsuf berkata,”Materi terdiri atas partikel yang sangat kecil yang tidak terklihat dan tidak bisa di bagi,partikel-partikel itu di sebut atom. Itulah definisi atom secara ilmiah yang diketahui manusia selama ribuan tahun.
Orang Arab telah mengetahui definisi ini jauh sebelum islam datang. Buktinya, kata dzarrah atau atom. Menurut orang arab adalah bagian kecil yang diketahui oleh manusia. Namun sekarang ini,ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atom yang di anggap bagian terkecil dari materi ternyata masih bisa di bagi lagi. Hal itu di anggap sebagai penemuan baru dalam science modern. Yang sangat mengherankan,al-qur’an yang diturunkan empat belas abad yang lalu ternyata telah lebih dulu memberikan informasi ilmiah ini. Allah berfirman:
“kamu tidak bereda dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekejaan melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. tidak luput dari pengetahuan tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi maupun di langit. Tidak ada yang lenih kecil dan tidak ada yang lebih besar dari itu melainkan(semua tercatat) dalam kitab yang nyata (lauhi mahfudz).(“QS.Yunus -61)
Tidak diragukan lagi penjelasan bahwa ada yang lebih kecil dari atom seperti yang ada dalam ayat di atas adalah hal yang diketahui manusia saat itu materi terkecil adalah atom dan atom tidak bisa di bagi,artinya tidak ada yang lebih kecil dari atom. Darimanakah al-qur’an memberikan informasi ilmiah yang jauh melampui apa yang ditemukan manusia saat itu. Tak lain dan tak bukan adalah dari Allah Swt. Ini membuktikan bahwa al-qur’an adalah firman Allah yang tidak lekang oleh zaman.
Kedua adalah Dr.Maurice Bucaille. Dia adalah seorang dokter ahli bedah terkenal di Perancis. Seperti dimaklumi bersama,salah satu negara yang memiliki perhatian besar pada peninggalan-peninggalan purbakala adalah Perancis. Saat President Francois Mitterand terpilih menjadi president perancis tahun 1981,pemerintahan perancis di penghujung tahun delapan puluhan meminta kepada pemerintah untuk melakukan penelitian terhadap mumi Fir’aun di perancis. Untuk itu dipindahkan untuk sementara tubuh mumi ke perancis.
Mumi itu di sambut dengan ucapacara kenegaraan yang meriah setibanya di Perancis. Dia di sambut bahkan oleh president seolah-olah masih hidup. Mumi itu lalu diletakkan di dalam ruangan khusus di Museum pusat perancis untuk diteliti oleh para pakar arkeologi dan dokter ahli bedah agar misteri seputar Fir’aun itu terungkap.
Dan yang menjadi ketua dari para pakar dan ahli bedah dalam penelitian terhadap mumi itu adalah dokter bedah paling cemerlang saat itu,yaitu Dr.Maurice Bucaille. para penelitiitu ingin mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebabkematian Fir’aun.
Setelah melakukan penelitian dengan seksama,mereka pun menemukan jawaban ilmiah,kenapa Fir’aun mati. Sisa-sisa garam yang lengket pada tubuhnya juga sebagian ada di tenggorokan dan alat pencernaanmerupakan bukti kuat bahwa Fir’aun mati di laut. Ketika orang-orang saat itu menemukan jasad Fir’aun mereka langsung memumikannya agar awet. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar di benak Dr.Maurice Bucaile adalah bagaimana jasad Fir’aun tetap bisa utuh ketika ia ditemukan di laut?
Saat itu ada seorang anggota tim yang di pimpin berbisik padanya,”sebenarnya umat Islam sudah membicarakan mengenai tenggelamnya jasad ini dan ketuhan tubuhnya setelah tenggelamnya jasad ini dan keutuhan tubuhnya setelah tenggelam. Namun Dr.Maurice Bucaile saat itu mengacuhkan informasi itu dan menganggapnya sebagai angin lalu. Dia meyakini bahwa penemuan baru mengenai apa yang terjadi pada mumi Fir’aun itu tidak akan terjadi kecuali melalui serangkaian penelitian dengan menggunakan metode dan pendukung yang canggih.
Lalu dokter ahli bedah yang lain memilik tanggung jawab yang sama dalam penelitian mumi itu mengatakan,”Benar,sungguh al-qur’an,kitab suci yang dipercayai kaum Muslim itu telah menceritakan bagaimana Fir’aun mati tenggelam dan memastikan keutuhan tubuhnya setelah tenggelam.”
Dr.Maurice Bucaille tercengang tidak percaya,dia merasa itu hal yang aneh. Bagaimana bisa terjadi? Mumi itu belum ditemukan hingga tahun 1898 M atau baru ditemukan 200 tahun yang lalu,sementara kitab Al-Qur’an sudah ada sejak seribu empat ratys tahun yang lalu. Bagaimana kitab suci al-qur’an bisa memberikan informasi itu? Padahal seluruh manusia termasuk juga bangsa arabtidak mengetahui apa pun tentang kehidupan mesir kuno. Manusia baru tahu setelah jasad mumi itu ditemukan bersama peninggalan mesir kuno lainnya.
Pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiran ahli bedah dari perancis itu. Ia mulai berpikir tentang al-qur’an. Ia duduk merenung dihadapan jasad mumi Fir’aun. Kitab suci umat kristen memang menceritakan tenggelamnya Fir’aun,tapi injil matius dan lukas itu tidak menceritakan sedikitpun keutuhan jasadnyasetelah tenggelam. Apakah logis mumi itu adalah Fir’aun yang mengejar Musa ? Apakah logis al-qur’an benar-benar menceritakan jasadnya utuh setelah tenggelam? Dr.Maurice Bucaille terus gelisah.
Hari berikutnya ia minta kepada beberapa ahli bedah untuk membawa taurat,kitab suci orang yahudi. Ia kecewa karena kitab taurat sama sekali tidak menceritakan jasadnya akan utuh,yang diceritakan hanyalah Fir’aun tenggelam. Kitab taurat itu hanya mengabarkan,”kemudian berbaliklah air laut itu,lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Fir’aun,yang telah menyusul orang israel itu ke laut,hingga tak tersisa seorangpun ari mereka.”
Setelah jasadnya dikembalikan Dr.Maurice menghadiri konferensi kedokteran di Arab saudi yang membahas tentang Keutuhan jasad Fir’aun. Di tengah acara,seorang ilmuwan muslim membuka hati Dr.Maurice yang sedang mencari hakikat al-qur’an. Iluwan itu membacakan ayat suci al-qur’an,“Maka pada hari itu kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah mu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lalai dari tanda-tanda kekuasaan kami.”(Qs-yunus-92)
Ayat suci itu membuat tubuh Dr.Maurice Bucaille bergetar,seketika ia berkata dengan suara lantang,”Aku masuk islam dan aku beriman pada al-qur’anini.” Ia sangat yakin bahwa al-qur’an benar-benar firman Allah,tuhan yang maha mengetahui dab maha kuasa. Tuhan yang menjadi sumber ilmu pengetahuan.
Demikian sekilas yang bisa saya sampaikan bahwa sebenarnya al-qur’an itu adalah sumber dari semua ilmu pengetahuan dan tiada tuhan selain Allah Swt,tuhan seru semua alam. Harapan saya semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua,amin.
wassalamu’alaikum wr.wb
Did you like this? Share it: